Realitas ini menunjukkan bahwa ketika krisis datang, setiap negara akan mendahulukan kepentingan rakyatnya sendiri.
Dalam konteks tersebut, ketergantungan yang berlebihan terhadap impor pangan bukan sekadar persoalan ekonomi. Ia adalah persoalan keamanan nasional.
Bangsa yang terlalu bergantung pada pasokan luar negeri akan selalu rentan terhadap gejolak harga, konflik internasional, gangguan transportasi, maupun keputusan politik negara pemasok.
Karena itu, sawah tidak lagi dapat dipandang hanya sebagai tempat produksi pangan. Sawah adalah aset strategis nasional. Petani bukan sekadar pelaku ekonomi, melainkan penjaga garis depan ketahanan bangsa. Sementara lumbung pangan merupakan bagian dari infrastruktur pertahanan negara yang sama pentingnya dengan pelabuhan, bandara, maupun pangkalan militer.













