Pertanyaan ini menjadi sangat penting ketika bangsa Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila setiap tanggal 1 Juni. Sebab tantangan yang dihadapi generasi muda yang berbeda dengan tantangan generasi pendahulu. Jika dahulu ancaman datang dalam bentuk penjajahan fisik, konflik ideologi, atau peperangan terbuka, maka hari ini ancaman hadir dalam bentuk yang jauh lebih halus dengan banjir informasi, manipulasi opini, budaya instan, dan krisis karakter.
Karena itu, memperingati Hari Lahir Pancasila bukan hanya mengenang sejarah pidato monumental Soekarno pada 1 Juni 1945. Lebih dari itu, momentum ini mengajak kita bertanya, bagaimana nilai-nilai Pancasila dapat tetap hidup di tengah dunia yang dikendalikan algoritma?
Ketika Algoritma Menjadi Guru Baru













