Oleh : Lilis Sulastri
Menjaga Akal Sehat, Karakter, dan Jati Diri Bangsa di Era Algoritma
Setiap zaman memiliki ruang pengaruhnya sendiri. Pada masa lalu, ruang itu bernama pasar, sekolah, surau, balai desa, atau kampus. Di tempat-tempat itulah nilai, pengetahuan, dan budaya diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Namun hari ini, ruang pengaruh terbesar justru berada di genggaman tangan. Namanya media sosial.
Generasi muda mengenalnya dengan istilah FYP (For You Page), sebuah halaman yang secara otomatis menampilkan berbagai konten berdasarkan algoritma digital. Di sanalah jutaan orang menghabiskan waktu setiap hari. Mereka belajar, tertawa, berbelanja, mencari hiburan, membangun relasi, bahkan membentuk pandangan hidup.
Bagi Generasi Z, FYP bukan sekadar fitur aplikasi. Ia telah menjadi ruang sosial baru, ruang budaya baru, bahkan ruang pendidikan baru. Apa yang muncul di FYP sering kali memengaruhi cara berpikir, cara berbicara, cara berpakaian, hingga cara memandang kehidupan. Pertanyaannya, di tengah derasnya arus algoritma tersebut, masih adakah ruang bagi Pancasila?













