Jakarta, Bedanews.com
Dampak perang Israel-AS dengan Iran berimplikasi signifikan pada tatanan geo-politik, resesi ekonomi global dan inflasi.
Guru besar Manajemen UIN SGD Bandung Prof.Dr.Lilis Sulastri,MM, dalam siaran persnya kepada Bedanews.com, Minggu,5 April 2026 memaparkan sekaligus mengungkap secara mendalam tentang dampak ekonomi, langkah strategis dan nilai edukasi dari konflik di kawasan timur tengah. Berikut uraian lengkapnya.
1. Dampak Ekonomi terjadi Semburan Inflasi dan Paradoks Kelangkaan
Secara Konvensional.
Hari ini semua orang berbicara soal harga minyak. Namun, secara kritis strategis, melahirkan sebuah pola yang disebut sebagai ‘Runtuhnya Kepastian (The Collapse of Certainty).
Secara Global pun menimbulkan Fragmentasi Rantai Pasok Berbasis Ideologi. Perang mempercepat berakhirnya globalisasi murah. Dan kini bangsa bangsa di dunia tidak lagi mencari efisiensi (just-in-time- JIT ), melainkan ketahanan (just-in-case – JIC). Maka dampaknya adalah terjadi Great Repricing , karena semua komoditas akan dihargai lebih mahal karena adanya premi risiko keamanan.
Kemudian secara Nasional, terjadi tekanan pada Fiscal Space. Khususnya bagi Indonesia, dampaknya adalah ujian pada daya tahan subsidi, yang secara filosofis hal tersebut melahirkan Distorsi Keadilan Ekonomi, dimana kekayaan negara tersedot untuk membiayai eksternalitas akibat konflik global, yang seharusnya bisa digunakan untuk investasi sumber daya manusia dalam negeri kita.












