Kisah tangga “langka”
Persahabatan saya dengan Pak Bekti juga tentu menembus batas-batas pribadi. Dia sering bercerita tentang asal daerahnya di Cirebon. Saya ceritakan kepadanya, ketika saya pertama ke Cirebon naik kereta, waktu kereta berhenti dan saya mau turun memakai tangga. Di tempat turun, saya diberitahu petugas di stasion Cirebon, tangga kereta api itu “langka.” Saya pikir kata “langka” artinya sama dengan bahasa Indoensia, yaitu “jarang,” rupanya maknanya berbeda. Kata “langka” di Cirebon artinya “tidak ada.” Pak Bekti seperti biasa, mendengar cerita saya dengan tersenyum-senyum.
Begitu juga sebagai sahabat almarhum sering bercerita tentang anak-anak dan cucu-cucunya, termasuk salah satu anaknya yang masuk tentara, angaktan darat, mulai waktu pendidikan sampai pernah ditempatkan di Paspampres sampai dikirim keluar negeri sebagai bagiab pasukan perdamaian dan seterusnya.













