Saya mengalami sendiri, Pak Bekti seorang pribadi yang jujur. Tak pernah sedikit pun dia melenceng dari komitmenya, apalagi sampai “cheating” atau curang. Tak seucil pun hal itu ada di pikirannya, apalagi dalam tindak tanduknya. Dia orang yang tidak saja bersih, tapi sangat bersih. Jujur sampai ke sumsumnya. Dia tak tergiur dengan kemegahan duniawi. Pak Bekti orang yang sangat idealis.
Pada sisi lain Pak Bekti seorang yang sangat solider kepada persahabatan. Mau mendengar dengan sabar. Mau menolong. Mau membantu. Tapi almarhun juga seorang yang tegas. Dialah profil sejati wartawan yang mengabdi kepada profesinya. Seorang yang menempatkan profesi wartawan sebagai pekerjaan utama, bukan sekedar pekerjaan sampingan, sampai akhir hayatnya.
Saya mendengar pertama kali kepergian Pak Bekti dari WA staf sekretaris PWI Pusat , Taty Mansur, di What Apps Group (WAG) “Warga PWI” pukul 07.28. Saya kehilangan sorang sahabat yang tulus yang punya artinya banyak buat saya. Saya bersaksi almarhum orang baik…orang baik….orang baik! Selamat jalan seniorku, sahabatku….Menghadaplah kembali kepada Sang Pencipta dengan jiwa yang tenang…..













