• DISCLAIMER
  • PEDOMAN MEDIA CYBER
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • Contact Us
Senin, November 9, 2026
  • Login
Bedanews
Advertisement
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
Bedanews
No Result
View All Result

Home » Ompreng Terbang APBN: Di Mana Letak ‘Gizi’ Tata Kelola Kita?

Ompreng Terbang APBN: Di Mana Letak ‘Gizi’ Tata Kelola Kita?

angel angel by angel angel
4 Agustus 2026
in Ragam
0
0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Secara teoritis, model kebijakan yang terlalu terpusat dan terburu-buru ini rentan mengalami kegagalan sistematis. Meminjam analisis pakar ekonomi politik Daron Acemoglu dan James A. Robinson dalam karya monumental mereka, Why Nations Fail: The Origins of Power, Prosperity, and Poverty (2012: 42-45), kemakmuran sebuah bangsa sangat bergantung pada keberadaan inclusive institutions (lembaga inklusif). Kebijakan publik yang dirancang secara tergesa-gesa tanpa partisipasi publik yang bermakna (meaningful participation) dan kelembagaan yang transparan justru mengarah pada praktik extractive institutions—di mana alokasi sumber daya publik rapi terserap oleh rantai pengadaan (procurement) yang rawan perburuan rente (rent-seeking).

Di tingkat tapak, persoalan tata kelola ini kian remang-remang. Siapa yang menjamin rantai pasok pasokan bahan pangan tidak dikuasai oleh segelintir korporasi besar? Tanpa pengawasan independen, MBG alih-alih memberdayakan petani lokal, justru berpotensi mematikan ekosistem ekonomi daerah. Francis Fukuyama dalam State-Building: Governance and World Order in the 21st Century (2004: 28) mengingatkan bahwa efektivitas suatu negara tidak hanya diukur dari seberapa besar ambisi programnya (scope), melainkan dari kapasitas lembaganya (capacity) dalam mengeksekusi dan mengawasi kebijakan tanpa kebocoran.

BeritaTerkait

PRAHARA KETIGA: KETIKA NEGARA TERANCAM DARI JANTUNG KEKUASAAN

8 November 2026

Metamorfosa (Pelajaran) dari Joko Widodo (1)

8 November 2026
Page 2 of 4
Prev1234Next
Previous Post

PASANG BENDERA UNTUK SIAPA? Ketika Merah Putih Menjadi Properti, Bukan Komitmen

Next Post

TNI AL GAGALKAN DUGAAN PELANGGARAN PENGANGKUTAN KAYU LOG ILEGAL DI PERAIRAN TELUK BERAU

Related Posts

Ragam

PRAHARA KETIGA: KETIKA NEGARA TERANCAM DARI JANTUNG KEKUASAAN

8 November 2026
Ragam

Metamorfosa (Pelajaran) dari Joko Widodo (1)

8 November 2026
Ragam

Republik di Balik Barikade: Menghitung Nalar Demokrasi di Bawah Bayang-Bayang Sepatu Laras

8 November 2026
Ragam

DPRD Kabupaten Sukabumi Mengucapkan Selamat Ulang Tahun Komisi Pemilihan Umum Ke-73

8 November 2026
Ragam

Santrawan Paparang: Jangan Biarkan Polemik Ijazah Jokowi Menggantung, Uji Independen Diperlukan

8 November 2026
Ragam

Menganalisis Ijazah Yang Diunggah Dian Sandi, Dengan Ijazah Yang Dipamerkan di PN Jakarta Timur Dengan Ilmu Logika

7 November 2026
Next Post

TNI AL GAGALKAN DUGAAN PELANGGARAN PENGANGKUTAN KAYU LOG ILEGAL DI PERAIRAN TELUK BERAU

JDIH DPRD Kota Cimahi

LPKL

BEDA Itu pilihan

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA

MFC - Bedanews.com © 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result

MFC - Bedanews.com © 2021