Pihak yang menolak kebijakan ini kerap menggunakan argumen klasik, intervensi negara akan merusak pasar. Tetapi pertanyaannya sederhana, pasar seperti apa yang sedang dipertahankan ? Pasar yang memungkinkan satu pihak menentukan aturan sepihak ? Pasar yang menempatkan jutaan pekerja dalam posisi rentan tanpa perlindungan ?
Jika itu yang dimaksud, maka yang perlu dikoreksi bukan kebijakan ini, melainkan logika pasar itu sendiri.
Kita harus berani mengakui bahwa model bisnis aplikator saat ini mengandung problem mendasar. Ketergantungan driver terhadap platform bukanlah hubungan setara. Algoritma menggantikan dialog. Kebijakan berubah tanpa transparansi. Risiko dialihkan sepenuhnya kepada pekerja. Ini bukan sekadar inovasi, tetapi bentuk baru dari relasi kuasa dalam ekonomi modern.













