Ketua Yayasan Pondok Rehab Elkana, Marulitua Siahanan, seorang mantan pecandu narkoba, membagikan pengalaman pahitnya. “Saya setelah berhenti memakai narkoba, jenis putau waktu itu, rasanya sakit seluruh badan. Saya bahkan ditangkap polisi dan dipenjara. Saat di penjara, saya sampai cari-cari gara-gara dengan napi lain supaya saya dipukuli. Setelah dipukuli, baru saya bisa tidur, karena rasa sakit itu. Saya butuh pukulan untuk menghilangkan rasa sakit saya,” ujarnya, memberikan motivasi agar peserta menjauhi narkoba.
Dalam sesi diskusi, Pak Kasdu dari LDII menyoroti jalur masuk narkoba melalui pantai dan perbatasan. Perwakilan GAMKI menyarankan agar sosialisasi di gereja-gereja lebih ditingkatkan. Clara, pemuda Katolik, menekankan pentingnya program “Kampus Bersinar” untuk kesehatan mental mahasiswa.













