Laksma TNI Salim menyebut bahwa, isu Laut China Selatan sangat penting mengingat besarnya nilai ekonomi di kawasan tersebut. “Jalur perdagangan global mencapai triliunan Dolar AS, sumber daya energi juga melimpah. ‘Nah’ sengketa wilayah, kebebasan navigasi, dan meningkatnya ketegasan China jadi isu utama sekarang ini,” katanya.
Menurut dia, kerjasama yang dilakukan antar negara di kawasan ini menjadi penting untuk dilakukan, dan kerja sama investasi dan perdagangan harus sama-sama menguntungkan, walaupun juga mengandung risiko, sehingga harus dipertimbangkan secara matang oleh masing-masing negara terkait.
Sementara itu, peneliti CSIS Muhammad Waffaa Kharisma menyebutkan, di tengah eskalasi yang terus memanas, Amerika Serikat (AS) justru melakukan perluasan operasi sekutunya di Asia Tenggara seperti Filipina.












