OKU Timur, BedaNews.com – Naiknya tarif pungutan retribusi ditanggapi oleh para pedagang, mereka merasa keberatan lantaran kondisi pasar tengah sepi akibat Pandemi Covid-19.
Seperti halnya yang dikeluhkan Wahyudi, salah satu pedagang di Pasar Gumawang, ia mengaku keberatan dengan adanya kenaikan tarif pungutan lapak ini.
Menurutnya, kondisi pasar gumawang yang saat ini sepi, justru dianggap membebani pedagang dengan adanya kenaikan tarif pungutan lapak.
Pasalnya, dalam satu hari, dia harus membayar empat ribu dari sebelum kenaikan tarif dua ribu rupiah untuk lapak yang dia miliki.
“Pasar ini sudah sepi dari beberapa tahun ini. Apa lagi dengan adanya pandemi Covid-19 justru semakin sepi. Lah, ini kok malah pungutan karcis dinaikan. Saya saja dalam sehari belum tentu ada pembeli, otomatis ini membuat saya dan pedagang lain merasa terbebani,” keluhnya. Kamis, (20/1/2022)













