“Bedanya kalau online, bisa malas-malasan. Kan bisa saja tidak menyalakan kamera, kita tiduran. Sedangkan di kelas tidak bisa. Lebih bisa menangkap (pelajaran) juga kalau ketemu langsung,” ucap Azka yang saat ini berada di Kelas 9.
Menurut Azka, orang tuanya menyetujui untuk mengikuti PTM. Ia pun membawa bekal untuk makan, hand sanitizer dan memakai masker sebagai alat pelindung diri saat pandemi Covid-19 ini.
Di lain tempat, yakni di SD Ar Rafi’, Wakil Kepala Sekolah, IIs Siti Aisah mengungkapkan hal serupa. Respon para peserta didik terlihat lebih canggung saat bertemu teman-temannya seolah-olah seperti menjadi murid baru lagi.
“Karena hampir dua tahun tidak bertemu, seolah-olah seperti murid baru lagi. Sebenarnya harapan mereka itu bisa main bola misalnya bersama teman-teman,” ucapnya.












