“Tapi saya coba bangun lagi, sekitar 30 menit dia mulai terbiasa,” ucap Egi yang mengajar Pelajaran Bahasa Indonesia tersebut.
Egi mengakui, saat PTM terbatas ini para guru harus lebih interaktif saat memberikan pelajaran. Ia pun menerapkan metode “enjoyfull learning” agar anak-anak yang berada di kelasnya bisa merasa nyaman.
“Kalau di google classroom yang daring, mereka masih oke saja. Nah yang tadi baru masuk sepertinya memang agak kaget. (Saat di kelas) kita pakai layar komputer agar yang di rumah juga bisa melihat ke saya, jadi yang di kelas dan di rumah ada eye contact,” imbuhnya.
Salah seorang siswa SMP PGII, Azka Saniy juga mengakui hal tersebut. Namun saat mengikuti PTM ia merasa bisa lebih menangkap pelajaran dari guru.
Azka yang saat ini berada di kelas 9, sebelumnya mengikuti PTM terakhir saat kelas 7.












