“Adat dan budaya harus menjadi dasar atau pondasi. Jadi seorang politisi melaksanakan politiknya baik itu di partai, DPR, kepala daerah mereka memiliki koridor yaitu adat dan budaya, jadi manusia politik yang berbudaya. Jadi tidak sekedar mengejar kekuasaan atau tujuan saja, tapi melihat situasi dan lingkungan, ada orang yang bersama sama, ada alam jadi tidak menghalalkan segala cara,”tegasnya.
“Kayak Pancasila, itu hasil Bung Karno. Kata kelompok radikal ah nggak suka, itu bukan hasil Bung Karno tapi karuhun, karuhun dari Allah melalui alam melalui lainnya, nilai-nilai kehidupan.Bung Karno sekedar menemukan, menggali lalu ditulis ini esensinya se-Nusantara, percaya kepada Alloh kata bung Karno itu. Se-Nusantara saling mencintai Perikemanusiaan. Hutan tidak di rusak, mahluk mahluk tidak dibunuh. Se-Nusantara bersatu, se-Nusantara musyawarah itu di susun,”tambah dia.













