Dadan pun menambahkan, apabila dirunut lebih jauh, masalah ketersinggungan dan pelecehan terhadap budaya Sunda sangat banyak.
Pada era saat ini dimana informasi cukup cepat diterima masyarakat, menjadikan akumulasi dari berbagai peristiwa sebelumnya.
Ia juga berharap silih asah, silih asuh, silih asih bukan hanya sebagai jargon saja, tetapi mengimplementasikan kepada kehidupan.
“Harus lebih kuat lagi. Kalau sudah bicara silih asih, asih asuh akan timbul rasa yang sama. Jadi kedepannya ini sudah keliatan riak bersatu, ya wajarlah kehidupan itu dinamis ada pro dan kontra itu sudah lumrah tapi jangan sampai menyinggung perasaan,”pungkas dia. (*)













