“Terlihat dari simbol simbol seni ini, kadang orang tidak biasa membedakan jaipongan disebut budaya padahal itu seni hasil dari sebuah peradaban budaya. Ciri orang beradab adalah orang berbudaya, karena yang yang dipakai adab dari budaya. Sekarang pengertian budaya sudah dibelokan jadi seni padahal budaya itu tatanan hidup dari dalam kandungan sampai ke dalam tanah. Itu ada tatanan yang harus dipakai oleh kita,”tegasnya.
Untuk itu Abah Ari menegaskan, adat dan budaya harus menjadi dasar atau pondasi yang dimiliki para politisi, pemimpin daerah maupun pejabat lainnya yang juga tidak terlepas dari kaidah maupun azas Pancasila.
Pasalnya menurut Abah Ari, Soekarno saat merumuskan Pancasila menggunakan pondasi adat dan budaya Nusantara, yang sudah turun – temurun dilakukan bangsa Indonesia.













