Sejatinya, dalam memanfaatkan alam hendaknya manusia menjadi manusia yang memiliki kesadaran lingkungan sehingga kata eksploitasi menjadi tidak begitu menakutkan ketika manusia memiliki perilaku yang selaras dengan lingkungan alam. Muhaimin (2015:4) mengaitkan bentuk kesadaran ini sebagai wujud dari kecerdasan manusia dengan pemaknaan positif terhadap eksistensialisme, menurutnya manusia yang cerdas ialah yang dapat memahami dirinya sendiri dan lingkungan tempat ia tinggal untuk berperilaku yang selaras dengan berbagai dinamika kehidupan yang kompleks dan terbatas sehingga menuntut manusia untuk terus menerus beradaptasi sesuai dengan perubahan.
Interaksi yang buruk yang dilakukan manusia dengan lingkungannya bisa langsung dirasakan dari beberapa bencana alam yang ditimbulkan oleh manusia Misalnya yang dengan sengaja mengeksploitasi hutan, melakukan penebangan liar sehingga terjadi banjir. Ada juga yang dengan sengaja membakar lahan atau hutan demi kepentiangan tertentu sehingga menimbulkan bencana asap. Beberapa daerah melakukan ekspolitasi alam dalam bentuk pertambangan, hal ini tidak saja dilakukan demi kepentingan negara, di daerah yang jauh dari ibu kota ada banyak manusia yang melakukan pertambangan emas secara pribadi dan ilegal yang berujung pada pencemaran air sungai.













