Dalam skala kecil, masalah sampah yang diakibatkan kurangnya kesadaran manusia dalam mengatasinya juga dapat menyebabkan krisis lingkungan, misalnya terjadinya pencemaran air sungai ataupun banjir karena sampah yang dengan sengaja dibuang ke sungai. Hasil penelitian survey yang pernah dilakukan oleh Frynce, et al (2015) di salah satu kecamatan di Manado mengenai gambaran perilaku masyarakat dalam mengolah sampah, menunjukkan hasil bahwa dalam hal tindakan masyarakat dalam pengelolaan sampah padat hanya berada pada kategori cukup.
Contoh-contoh tersebut hanya sebagian dari masalah lingkungan yang diakibatkan oleh ulah manusia. Tidak sedikit kerugian yang diakibatkan oleh kurangnya kesadaran manusia dalam menjaga lingkungannya, beberapa diantaranya bahkan sampai menghilangkan nyawa atau memakan korban jiwa. Misalnya yang sudah belasan tahun terjadi ialah bencana asap di pulau Sumatera dan beberapa tahun terakhir di Kalimantan. Dalam jurnal yang ditulis oleh Putri (2014) dan Candradewi (2014) terkait kerugian yang diakibatkan bencana asap tahuanan di Riau, seperti ganggungan kesehatan, aktifitas pendidikan, dan penerbangan, bahkan sampai merusak hubungan bilateral dengan negara tetangga. Bahri (2002) dalam jurnalnya mengkaji bahwa penyebaran kabut asap dipengaruhi kondisi angin dan cuaca, sehingga dampak tidak saja dirasakan oleh daerah yang mengalami kebakaran.











