Dia menyebutkan, dampak pandemi Covid-19, kini muncul kemiskinan baru karena banyak warga yang tidak bisa bekerja. Hal ini terkait kebijakan PSBB yang harus dipatuhi guna memutus rantai penyebaran virus Corona. Sehingga banyak warga tidak bisa bekerja lagi dan kena PHK.
Atas dasar itu, pihaknya coba ikut membantu melawan wabah ini dengan memanfaatkan fungsi mesin MSB yang tadinya untuk masyarakat pesisir atau nelayan, kini juga bisa diimplementasikan untuk masyarakat terdampak Covid-19 di perkotaan, pedalaman, pegunungan atau masyarakat di pulau terluar di tanah air.

“Sebenarnya, MSB akan terasa lebih berefek jika ditempatkan di masyarakat pelosok atau pulau-pulau terluar. Karena selain sebagai tempat penyalurkan bantuan beras dari donatur untuk warga kurang mampu, alat MSB juga dilengkapi fasilitas komunikasi yang dibutuhkan warga untuk berkomunikasi. Penempatan MSB bisa di mesjid, atau kantor lurah/desa, sesuai kebutuhan setempat” tukasnya.











