“Sedangkan kamu beri’tikaf di masjid.” (QS. Al-Baqarah: 187).
Rasulullah SAW juga mencontohkan amalan ini sebagaimana disebutkan dalam hadis:
Muhammad SAW selalu beri’tikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadan.”
(HR. Bukhari dan Muslim).
Hikmah Pelajarannya: (1) I’tikaf mengajarkan manusia untuk memurnikan niat hidup hanya karena Allah. (2) Kedekatan dengan Allah melahirkan integritas moral dan kejujuran dalam kehidupan. (3) Orang yang menjaga hubungan dengan Allah akan lebih amanah dalam menjalankan tanggung jawab kehidupan.
Pilar Kedua: Kontemplasi sebagai Jalan Kebijaksanaan Hidup; I’tikaf juga mengajarkan tafakkur, yaitu perenungan mendalam terhadap perjalanan hidup manusia. Ketika seseorang berdiam diri di masjid, ia memiliki waktu untuk mengevaluasi dirinya: Apakah hidup kita sudah berada di jalan yang benar?
Apakah pekerjaan kita membawa manfaat bagi orang lain? Proses refleksi ini melahirkan kebijaksanaan dalam mengambil keputusan dan menjalani kehidupan.Allah SWT berfirman:












