Oleh : A.Rusdiana
Kini kita telah memasuki sepuluh hari terakhir Ramadan, yang oleh para ulama disebut sebagai fase al-‘itqu minannar, yaitu masa pembebasan dari api neraka. Pada masa ini Rasulullah SAW meningkatkan ibadahnya secara lebih sungguh-sungguh.
Rasulullah SAW bersabda:
“Apabila telah masuk sepuluh malam terakhir Ramadan, Rasulullah mengencangkan ikat pinggangnya, menghidupkan malamnya, dan membangunkan keluarganya.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Salah satu amalan utama pada sepuluh hari terakhir Ramadan adalah i’tikaf, yaitu berdiam diri di masjid untuk memperbanyak ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Ramadan tidak hanya menghadirkan dimensi ritual, tetapi juga menjadi ruang refleksi bagi pembinaan karakter spiritual manusia. Dalam kehidupan modern yang serba cepat, banyak orang mengalami tekanan pekerjaan, kegelisahan, dan kelelahan batin.












