Menurut Imam al-Qurthubi (w-671 H) dalam tafsirnya, menjelaskan bahwa ayat di atas adalah tidak menghadiri dan menyaksikan setiap kebohongan dan kebatilan. Kepalsuan yakni az-zuur, adalah bentuk kebatilan yang dihiasi dan dipalsukan. Sedangkan kebatilan yang paling besar yaitu berlaku syirik dan mengagungkan berhala.
Maka jelas, dalam pandangan akidah Islam perayaan Natal adalah kebatilan dan kebohongan. Sebab di dalamnya ada ritual merayakan hari kelahiran Isa as sebagai anak Tuhan. Begitupun dengan majelisnya, termasuk majelis batil.
Karenanya, umat harus mendapatkan informasi yang benar dalam menyikapi pemasangan spanduk ucapan Selamat Natal. Sebab itu adalah bentuk toleransi yang tak masuk akal, alias kebablasan. Harusnya umat sadar dan segera bangkit, bahwa kebijakan pemerintah tersebut merupakan program moderasi beragama yang bertujuan untuk mencampur-adukkan antara kebenaran (Islam) dan kebatilan.













