Upaya mengatasi situasi krisis, memerlukan Digital leadership yang futuristik mampu menjadi pemimpin bagi citizen maupun netizen dengan mengimplementasikan smart policing salah satunya dalam protokol dalam situasi krisis.
Crisis centre Sentra Pelayanan Publik sebagai Back Office/Operation Room
1. Sentra Pelayanan Publik dapat berfungsi sebagai: Operation Room, Back office sebagai Pusat K3i (komunikasi, koordinasi, komando pengendalian dan informasi),
2. One Stop Service berbasis Big Data System yang mampu menjembatani memberikan pelayanan cepat sekalipun dalam kondisi emerjensi maupun kontijensi,
3. Dapat diimplementasikan melalui model “Asta Siap”.
a. Siap piranti lunak atau standar acuan pedoman atau panduan managerial maupun operasionalnya,
b. Siap posko (sentra atau back office atau operation room yang menjalankan fungsi K3I),
c. Siap model pelayanan (Keamanan, Keselamatan, Administrasi, Hukum, Informasi dan Kemanusiaan). Siap model skenario kegawat daruratan atau kondisi krisis,
d. Siap sistem jejaring,
e. Siap mitra sebagai soft power dan smart power,
f. Siap SDM
g. Siap sarana prasarana,
h. Siap anggaran secara budgeter maupun non budgeter,
3. Memberikan pelayanan kepolisian secara proaktif dan problem solving/solutif,
4. Metakan Masalah, memetakan Wilayah, memetakan Potensi dan ada pola pola penanganan serta pemberdayaannya,
5. Para petugas di Sentra Pelayanan, mampu memahami apa yang menjadi.
a. Tugas pokoknya,
b. Memetakan permasalahan berbasis wilayah atau area,
c. Membuat model sistem sistem pelayanan secara langsung atau melalui media,
d. Membuat standar kompetensi petugas pelayanan publik,
e. Memberdayakan IT sebagai pendukungnya,
6. Memonitoring situasi selama 1x 2 jam yang mencakup:
a. Monitoring laporan petugas petugas lapangan,
b. Monitoring media,
c. Monitoring CCTV,
7. Komunikasi melalui call centre atau media lainnya.
a. Menerima laporan,
b. Menerima aduan,
c. Komunikasi secara, vertikal, horisontal maupun diagonal.
8. Koordinasi secara cepat dan tepat untuk menjembatani, memberdayakan atau menyalurkan kepada fungsi terkait,
9. Memberikan komando dan pengendalian.
a. Quick response,
b. Penanganan TKP,
c. Sistem laporan,
d. Penanganan pada situasi emergency atau kontijensi.
10. Inputing data dan memberikam informasi.













