Pertanyaan yang Harus Kita Jawab sebagai Bangsa
Apakah kita akan terus menunggu hingga bencana datang, lantas kemudian berbicara tentang tata ruang? Apakah kita akan terus membiarkan sungai menyempit, hutan menghilang, dan lereng dipaksa menopang bebannya? Apakah kita akan terus hidup dalam siklus “musibah berulang” hanya karena kita enggan berubah?
Al-Qur’an mengingatkan lagi: “Apa saja musibah yang menimpa kamu adalah akibat perbuatanmu sendiri.” (QS. Asy-Syura: 30) bagian ayat ini bukan untuk menghakimi. ayat yang meminta kita jujur melihat diri sendiri. Musibah memang tak bisa dihentikan sepenuhnya. Tapi banyak musibah yang berulang, banjir di tempat yang sama, longsor di lokasi yang sama, kebakaran di musim yang sama, dan sebenarnya dan dapat dicegah. Dan menyisakan satu pertanyaan besar. Apakah kita mau mencegah? atau menunggu untuk kembali meratap? Karena pada akhirnya, pilihan antara mitigasi atau musibah berulang bukan pilihan teknis, melainkan pilihan moral dan Pilihan generasi tentang seperti apa Indonesia yang ingin kita tinggalkan bagi anak cucu kita.













