• DISCLAIMER
  • PEDOMAN MEDIA CYBER
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • Contact Us
Sabtu, November 7, 2026
  • Login
Bedanews
Advertisement
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
Bedanews
No Result
View All Result

Home » Mitigasi atau Musibah Berulang

Mitigasi atau Musibah Berulang

Hargib by Hargib
4 Desember 2025
in Headline, Ragam
0
Prof. Dr.Lilis Sulastri, MM., Ketua Prodi  Manajemen FEBI UIN SGD Bandung/bedanews-istimewa

Prof. Dr.Lilis Sulastri, MM., Ketua Prodi Manajemen FEBI UIN SGD Bandung/bedanews-istimewa

0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Ketiga: negara hadir terutama setelah bencana, bukan sebelum bencana. Kita memiliki kapasitas respon yang kuat  BNPB sigap, relawan bergerak cepat, warga bergotong royong. Tetapi kita masih lemah dalam mencegah bencana terjadi. Negara sering bekerja keras ketika rumah sudah hancur, bukan ketika peta risiko sudah dibuat. Kita lebih sering merawat luka dari pada mencegahnya.

Di Persimpangan Alam dan Kekuasaan

Sebenarnya, hubungan manusia dan alam selalu melibatkan kekuasaan, bukan hanya kekuasaan negara, tetapi juga kekuasaan ekonomi. Kala izin lebih mudah diterbitkan daripada kajian lingkungan diselesaikan, ketika keuntungan jangka pendek lebih menarik daripada keberlanjutan jangka panjang, ketika sungai dan gunung dipandang sebagai ‘aset’  bukan sistem hidup, di sanalah bencana menjadi sebuah keniscayaan. Filsuf-filsuf Islam sudah lama membahas hal tersebut. Ibn Khaldun menulis bahwa kerusakan negeri bermula dari kerakusan penguasanya. Al-Ghazali mengingatkan bahwa rusaknya kepemimpinan berarti rusaknya tatanan alam dan masyarakat. Hossein Nasr menyebut bahwa krisis ekologi modern adalah krisis spiritual, kita kehilangan kesadaran bahwa alam bukan benda mati, melainkan tanda-tanda Tuhan. Semua pemikiran ini mengarahpada kesimpulan sederhana, bahwa kerusakan alam tidak pernah murni teknis, bahkan terlalu politis.

BeritaTerkait

KOGANA SUMUT DAN POLITEKNIK MEDAN JALIN MoU PENGEMBANGAN TEKNOLOGI KEBENCANAAN

6 November 2026

Dugaan Menyadap Presiden Prabowo, Muslim Arbi: Listyo Sigit dan Gerombolannya Layak Dihukum Mati

6 November 2026
Page 4 of 7
Prev1...345...7Next
Tags: KemanusiaanKrisis ekologiMitigasiMusibah Berulang
Previous Post

Cegah Tindak Pidana Pertanahan, Bareskrim Polri Tegaskan Kolaborasi dengan Kementerian ATR/BPN

Next Post

Ketika Bencana Menguji Pendidikan Kita Merawat Semesta

Related Posts

Ragam

KOGANA SUMUT DAN POLITEKNIK MEDAN JALIN MoU PENGEMBANGAN TEKNOLOGI KEBENCANAAN

6 November 2026
Ragam

Dugaan Menyadap Presiden Prabowo, Muslim Arbi: Listyo Sigit dan Gerombolannya Layak Dihukum Mati

6 November 2026
Ragam

Kelola Kabupaten Berskala Besar, Kepala BKN Dorong Bojonegoro Jadi Pilot Project Manajemen Talenta Untuk Mewujudkan Visi Misi Daerah

6 November 2026
Ragam

Taiwan dan Dunia Bersinergi Menciptakan Solusi Iklim

6 November 2026
Edukasi

Ekoteologi dalam Inovasi, Pendidikan, dan Pengabdian

6 November 2026
Ragam

Singgasana di Atas Ingatan yang Lelah: Kala Kekuasaan Berjalan Tanpa Rem

6 November 2026
Next Post

Ketika Bencana Menguji Pendidikan Kita Merawat Semesta

JDIH DPRD Kota Cimahi

LPKL

BEDA Itu pilihan

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA

MFC - Bedanews.com © 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result

MFC - Bedanews.com © 2021