Artinya: “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia” (HR. Ahmad, ath-Thabrani, ad-Daruqutni. Hadits ini dihasankan oleh al-Albani di dalam Shahihul Jami’ no: 3289).
Menjadi pribadi yang bermanfaat adalah salah satu karakter yang harus dimiliki oleh seorang Muslim. Setiap Muslim diperintahkan untuk memberikan manfaat bagi orang lain.Memberikan manfaat kepada orang lain, maka manfaatnya akan kembali untuk kebaikan diri kita sendiri. Allah SWT berfirman:
Arinya: “………Jika kalian berbuat baik, sesungguhnya kalian berbuat baik bagi diri kalian sendiri………” (QS. Al-Isra [17]:7).
Dalam era Society 5.0, sinergi antara pemimpin dan rakyat akan menjadi kunci utama dalam menciptakan Indonesia yang kompetitif secara global. Pemilihan kepala daerah yang baru adalah awal dari perjalanan panjang menuju Indonesia Emas 2045. Kita semua, terutama generasi muda, memiliki tanggung jawab untuk mendukung pemimpin yang terpilih dengan doa, kritik yang membangun, dan kontribusi nyata. Sebagai insan pendidik, guru memiliki peran penting dalam menanamkan nilai-nilai berikut kepada generasi muda:
- Doa untuk Pemimpin: Mengajarkan pentingnya mendoakan pemimpin agar memiliki kelembutan hati dan menjalankan amanah dengan adil.
- Partisipasi Aktif: Membimbing siswa untuk aktif dalam pembangunan bangsa, baik melalui inovasi, kolaborasi, maupun kegiatan sosial.
- Etika Berpendapat: Melatih generasi muda untuk menyampaikan aspirasi secara santun dan berbasis data, menjauhkan diri dari ujaran kebencian.
- Penguatan Nilai Agama: Menanamkan keimanan dan ketakwaan sebagai dasar dalam berperilaku di era yang penuh tantangan moral.
- Pemanfaatan Teknologi: Mendorong siswa untuk memanfaatkan teknologi secara positif untuk kemajuan bangsa.
Dengan kolaborasi antara pemimpin yang amanah dan rakyat yang aktif, kita dapat menghadapi era kompetitif 5.0 dengan penuh optimisme, membawa Indonesia menuju cita-cita besar di tahun 2045. Pemimpin Hebat, Generasi Muda Bangkit, Indonesia Kuat!













