HeadlineRegional

Mensos Juliari Pantau Langsung Penyaluran BST di Kota Bandung

BANDUNG,- Menteri Sosial Republik Indonesia Juliari P Batubara memantau penyaluran Bantuan Sosial Tunai (BST) tahap III, Kota Bandung, di Kantor Pos Besar Bandung Jalan Asia Afrika, Sabtu, (4/7).

Mensos yang didampingi anggota Komisi IV DPR RI Ono Surono dan juga jajaran Direksi PT Pos Indonesia, menyaksikan langsung penyaluran bantuan sosial tunai bagi masyarakat yang terdampak Covid-19.

“Bagaimana bu, sudah kerasa manfaatnya? Alhamdullilah ya,” tanya Julairi kepada salah seorang warga penerima BTS.

Sutarsih, ibu rumah tangga penerima BTS, mengaku sangat terbantu dengan adanya bantuan dari pemerintah ini.

“Alhamdullilah pak, terasa sekali manfaatnya. Makasih pak,” ujarnya.

Juliari mengatakan bantuan sosial tunai tersebut merupakan bentuk kepedulian Presiden RI Joko Widodo, terhadap masyarakat yang terdampak Covid-19, yang belum menerima bantuan.

“BST ini sudah yang ketiga kali ya. Semoga sudah tiga kali ini manfaatnya benar-benar dirasakan. Ini adalah bantuan dari bapak Presiden untuk seluruh warga yang terdampak Covid-19 melalui Kementerian Sosial dan penyaluran ke masing-masing penerimanya melalui PT Pos,”jelas Juliari.

Ia menambahkan bantuan yang diterima masyarakat adalah bentuk kepedulian negara pada warganya yang terkena dampak pandemi covid-19. Selain itu dari pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial, kata Mensos, pemerintah provinsi juga menurunkan program bansos.

“Ada yang berupa tunai, ada yang sembako,”tambah Mensos.

Juliari juga menambahkan, hingga saat ini selama pandemi bantuan yang diturunkan ke masyarakat masih dilakukan. Mulai dari pusat, provinsi maupun kabupaten/kota.

Ia berjanji akan melakukan pengawasan dan turun ke lapangan untuk memantau agar penyaluran bansos tepat sasaran.

“Mudah-mudahan tepat sasaran. Kita awasi terus untuk meyakinkan publik bahwa apa yang sudah negara lakukan baik dari pusat maupun daerah ini sudah optimal,” ungkapnya.

Mensos menambahkan, dari total anggaran Kementerian Sosial (Kemensos) RI yakni Rp 104 Triliun, sekitar 60 persennya sudah terserap. Lebih jauh, untuk Jawa Barat sendiri, anggaran untuk berbagai kegiatan dan bantuan mencapai Rp 5 Triliun.

“Jadi yang sudah terserap sekitar Rp 60 Triliun lebih. Maka sesuai arahan presiden, kedepan kita percepat realisasi sisanya,” kata dia.

Menurutnya anggaran tersebut, karena jumlah penduduk di Jawa Barat yang paling banyak dibanding provinsi lainnya.

Dikatakannya untuk bantuan sosial (bansos) Kemensos, pada Juli hingga Desember menjadi Rp. 300 ribu dari sebelumnya Rp 600 ribu. Hal tersebut, dikarenakan mulai kembali tumbuhnya aktivitas ekonomi di masyarakat.

“Kenapa berkurang, karena adanya perbedaan kondisi dengan sebelum fase new normal. Jadi kegiatan ekonomi perlahan-lahan mulai dibuka, program -program pemerintah juga mulai bergulir, yang sebelumnya tidak ada income mulai mendapatkan,” tandasnya. [mae]

Tags
Selanjutnya

Related Articles

Back to top button
Close