Coba bayangkan: satu kapal perang AS isinya ratusan personel, harganya miliaran dolar. Apakah seorang laksamana mau mempertaruhkan itu hanya untuk “membuka jalur”? Tidak akan, kecuali ada perintah dari atas yang tidak bisa ditawar.
*Lalu bagaimana dengan China?*
Armada China mendekati Hormuz bukan untuk perang. Mereka datang untuk membuat AS pusing. Coba bayangkan: kalau kapal China mencoba menembus blokade, apa yang akan dilakukan AS? Ditembak? Berarti perang dengan China. Didiamkan? Berarti malu. Itulah fungsi China di sini: menjadi faktor yang membuat perhitungan AS menjadi rumit.
*Kesimpulannya: Hormuz tidak akan dibuka dengan kekuatan militer. Satu-satunya jalan adalah diplomasi. Tapi diplomasi sekarang sedang dalam keadaan kritis*.













