AS membalas dengan ancaman. Iran tidak bergeming. Mengapa?
Karena bagi Iran, Hormuz adalah satu-satunya kartu truf yang mereka pegang. Lewat selat itu mengalir seperlima minyak dunia. Selama mereka bisa mengancam akan menutupnya, dunia masih harus dengar kata-kata mereka. Begitu dibuka, mereka kehilangan segalanya.
AS tahu itu. Iran tahu itu. Kita semua tahu itu. Jadi sekarang? Jalan buntu. Dan di jalan buntu seperti ini, satu kesalahan kecil bisa memicu perang besar.
*AS Sebenarnya Tidak Berani Masuk ke Hormuz*
Ini fakta yang jarang diungkap media. Kenapa kapal perang AS yang supercanggih itu tidak langsung masuk dan membuka paksa Selat Hormuz? *Jawabannya sederhana: karena mereka takut.*
Bukan takut kalah perang. Tapi takut kehilangan kapal dan nyawa. Iran sudah puluhan tahun membangun pertahanan untuk perairan sempit. Ranjau, rudal murah, perahu kecil cepat, drone. Semua itu tidak butuh biaya besar, tapi kalau digunakan di selat yang lebarnya cuma beberapa puluh kilometer, efeknya luar biasa berbahaya.













