3) Amanah sebagai Etika Keilmuan; Abdulah bin Tsa’labah mengajarkan kehati-hatian dan tanggung jawab ilmu. Implementasinya di pendidikan adalah integritas akademik: sitasi jujur, anti-plagiarisme, dan penilaian autentik. QS. An-Nisa: 58 menegaskan amanah sebagai perintah Ilahi. Ketika amanah dijadikan budaya kelas melalui rubrik transparan dan umpan balik etis kepercayaan tumbuh dan kualitas belajar meningkat.
4) Zuhud sebagai Penjernih Orientasi Prestasi; Zuhud Khuzaimah Abu Muhammad Al-Abid bukan penolakan dunia, melainkan pengendalian diri. Di sekolah, zuhud berarti menata ulang makna prestasi: tidak terjebak peringkat semata, melainkan kualitas pemahaman dan adab. QS. Asy-Syura: 36 mengingatkan bahwa yang kekal ada di sisi Allah. Praktiknya: menyeimbangkan asesmen kognitif dengan proyek reflektif dan layanan sosial agar orientasi tetap jernih.













