2. Peningkatan Daya Saing dan Infrastruktur Pasca-Tangkap
Untuk mencapai standar global, pemerintah harus memperkuat rantai pasok melalui pembangunan fasilitas pengolahan modern di dekat wilayah tangkapan tuna sirip biru, seperti di Samudra Hindia. Penerapan sistem traceability juga diperlukan untuk memastikan produk Indonesia memenuhi standar keberlanjutan yang dipersyaratkan oleh pasar premium, termasuk Jepang dan Uni Eropa. Langkah ini tidak hanya meningkatkan daya saing tetapi juga memperkuat branding Indonesia sebagai Indonesian Blue Water Fisheries.
3. Diplomasi Maritim dan Regulasi Progresif
Diplomasi maritim menjadi kunci untuk meningkatkan kuota tangkap Indonesia di CCSBT. Pemerintah harus memperkuat kerjasama internasional dengan negara-negara anggota CCSBT untuk merevisi pembagian kuota secara lebih adil. Selain itu, regulasi yurisdiksi nasional Indonesia perlu diarahkan untuk mendorong eksploitasi sumber daya di laut lepas, termasuk pengaturan kuota berbasis data stok ikan dan pemberian izin khusus bagi kapal modern.












