kelima: Integrasi Iman & Ilmu; Allah SWT berfirman:
“Katakanlah: Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan seluruh alam.” (QS. Al-An‘am: 162).
Ini mengokohkan prinsip bahwa ilmu yang dipelajari dan diamalkan adalah bagian dari ibadah, sehingga pendidikan bukan sekadar mencari nilai, tetapi mencari keberkahan dan kontribusi sosial. Berikut adalah penjabaran prinsip tersebut berdasarkan ayat di atas: (1) Ilmu sebagai Ibadah: Menuntut ilmu dan mengamalkannya dipandang sebagai bentuk ibadah, bukan hanya sarana mencapai kesuksesan duniawi atau sekadar mendapatkan nilai akademis. (2) Pendidikan Berbasis Keberkahan: Dengan meniatkan belajar sebagai bentuk ketaatan, pendidikan menjadi sarana untuk mendapatkan keberkahan ilmu yang bermanfaat (ilmu yang membawa kebaikan bagi diri dan orang lain). (2) Kontribusi Sosial (Khairunnas): Ilmu yang dipelajari tidak berhenti pada diri sendiri, melainkan ditransformasikan menjadi kontribusi positif bagi masyarakat (sosial) sebagai wujud pengabdian kepada Allah. (4) Dedication Total: Hidup dan mati diserahkan kepada Allah, yang berarti seluruh aktivitas hidup, termasuk profesionalisme dalam belajar dan bekerja, adalah totalitas pengabdian kepada-Nya.











