Inilah wujud pendidikan ketika hanya disetir untuk mencapai target ke depan tanpa mempertimbangkan kemampuan para pelaku, pelaksanaan dan sistem pendidikan itu sendiri. Hal ini hanya akan mencederai ruh pendidikan yang menjadi salah satu cikal bakal pembangun peradaban. Pengelolaan yang dilakukan ala kadarnya hanya akan sekedar jadi instrumen ideologi tanpa mampu membangun output yag konstruktif dan solutif. Inilah potret sistem pendidikan yang hanya fokus dalm pencapaian fisik ala kapitalis. Hal ini tentunya berbeda dengan islam yang pernah diterapkan dalam sistem khilafah. Negara hadir sebagai pelaksana sistem pendidikan, se, mata karena ini adalah bagian dari mendandan tanggungjawab dalam pengurusan umat. Sbagaiman dalam hadits Nabi,
“Imam/khalifah adalah pengurus dan ia bertanggung jawab terhadap rakyat yang diurusnya.” (HR Muslim dan Ahmad)













