Hal ini pula menjadikan kinerja pemerintah khususnya kemendikbud mendapat sorotan dan kritik tajam dari sejumlah praktisi dan pengamat pendidikan. Salah satunya adalah Guru besar FISIPOL Universitas Gajah Mada, Prof. Dr. Wahyudi Kumorotomo menyatakan bahwa Nadiem sebagai Menteri Pendidikan tidak betul betul menguasai peta persoalan pendidikan di Indonesia. Hal ini terlihat dari fokus Nadiem hanya pada pengembangan model pembelajaran melalui pemanfaatan teknologi. Prof. Wahyudi juga menambahkan bahwa Nadiem lebih cocok menjadi salah satu dirjen dalam Kementerian Pendidikan yang dapat membuat inovasi dibidang teknologi pendidikan.
Kritik ini bisa dikatakan relevan karena segala kebijakan yang tak tepat guna akan berdampak pada pada seluruh peserta didik dari mulai tingkat PAUD hingga perguruan tinggi. Lebih jauh, kritik dan evaluasi ini semakin menunjukkan ketidaksiapan pemerintah dalam menghadapi kondisi darurat.













