Ia kemudian dipercaya tiga negara dalam bidang Diplomasi kedaulatan udara di Asia Pasifik, Fahmi dipercaya Pemerintah RI untuk menjadi delegasi Indonesia pada ICAO Regional Task Force pada tahun 2009, anggota delegasi ASEAN Route Review Task Force pada 2010, dan anggota delegasi ICAO Global AIM Congress pada tahun yang sama.
Tak hanya dipercaya di Indonesia, pria kelahiran Sidoarjo 1976 ini juga dipercaya oleh negara tetangga dalam hal harmonisasi isu-isu operasional penerbangan. Tercatat pada 2010, Fahmi dipercaya sebagai Ketua Delegasi Indonesia-Malaysia ATS Data Intechange, lalu Indonesia-Australia ATS Data Interchange.
Pada 2012, Fahmi ditunjuk sebagai Chairman Join Task Force Trilateral Indonesia, Philippine, Australia. Pria dengan dua orang anak ini, juga dipercaya untuk memimpin penyelesaian isu dan harmonisasi operasional navigasi penerbangan di tiga negara (Indonesia, Philippine, Australia), terutama inter-boundary operations, realignment routes yang melewati tiga negara tersebut serta komunikasi antar-ATC System (Inter-data Change) yang memang menjadi salah satu keahlian teknisnya.












