• DISCLAIMER
  • PEDOMAN MEDIA CYBER
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • Contact Us
Senin, April 27, 2026
  • Login
Bedanews
Advertisement
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
Bedanews
No Result
View All Result

Home » Mengapa Negara Tak Menyidik Objek, Tapi Mengincar Peneliti?

Mengapa Negara Tak Menyidik Objek, Tapi Mengincar Peneliti?

angel angel by angel angel
17 November 2025
in Ragam
0
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Secara metodologis, peneliti bekerja berdasarkan objek yang tersedia. Ketika dokumen asli tidak pernah ditampilkan, satu-satunya objek material yang dapat diuji adalah fotokopi yang beredar. Menyalahkan peneliti karena meneliti dokumen yang sudah dilempar ke ruang publik sama saja menyalahkan dokter karena memeriksa pasien yang datang, bukan pasien yang ideal menurut negara. Di sinilah letak kekacauannya: negara tidak menyidik sumber kejanggalan, melainkan pihak yang mencoba menjelaskan kejanggalan tersebut.

Kita juga melihat standar penanganan yang berbeda dibanding kasus lain. Dalam perkara pemalsuan sertifikat tanah, KTP, akta dan ijazah abal-abal, negara selalu memulai dari objek: dokumen disita, diuji laboratorium, dicocokkan dengan arsip resmi, lalu dicari pelaku pemalsuannya. Tetapi dalam kasus ini, logika itu tidak berlaku. Fotokopi memang diujikan, tetapi tanpa pembanding asli. Sementara itu, pengunggah pertamanya tidak ditelusuri, sumber fotokopi tidak dicari dan dugaan pemalsuan tidak disidik tuntas. Yang menjadi sasaran justru orang yang menganalisisnya.

BeritaTerkait

Wisuda USNB : Lahirkan Generasi Ulama, Saintis, Resmi Buka Prodi Informatika Dan AI.

26 April 2026

Idrus Marham Terpilih Ketum IKA PTKIN 2026–2030, Rektor Prof.Rosihon: Semoga Solid,Berkolaborasi  dan Berkontribusi bagi Bangsa dan Negara

26 April 2026
Page 2 of 3
Prev123Next
Previous Post

Status Tanah SMA Kristen Dago (SMAK Dago) Kembali Memanas

Next Post

Simposium Nasional SMSI: Penguatan Kerjasama Pers dengan Platform Digital Bisa Mendorong Jurnalisme Berkualitas

Related Posts

Ragam

Wisuda USNB : Lahirkan Generasi Ulama, Saintis, Resmi Buka Prodi Informatika Dan AI.

26 April 2026
Headline

Idrus Marham Terpilih Ketum IKA PTKIN 2026–2030, Rektor Prof.Rosihon: Semoga Solid,Berkolaborasi  dan Berkontribusi bagi Bangsa dan Negara

26 April 2026
Ragam

Covid-19, Konfrontasi Timur Tengah dan Otoritas Menunda Pelaksanaan Putusan

26 April 2026
Ragam

Memperkuat Ketahanan Pangan Nasional, Dinas Pertanian Banten Dukung Elemen Masyarakat Tanam Padi

26 April 2026
Ragam

Epic Fury: Ketika Saya Menyaksikan Sendiri Teater Diplomasi yang Berulang

26 April 2026
Edukasi

UIN Bandung Peringkat 801+ Asia versi THE WUR 2026, Posisi Terbaik PTKIN se-Indonesia

25 April 2026
Next Post

Simposium Nasional SMSI: Penguatan Kerjasama Pers dengan Platform Digital Bisa Mendorong Jurnalisme Berkualitas

JDIH DPRD Kota Cimahi

LPKL

BEDA Itu pilihan

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA

MFC - Bedanews.com © 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result

MFC - Bedanews.com © 2021