Sebelumnya, saya menulis pada 7 April 2025 dengan judul “Prabowo atau Guterres: Siapa yang Bisa Tuntaskan Kasus Dugaan Ijazah Palsu Jokowi, ataukah Kasus Ini Akan Terus Menggantung Hingga Akhir Zaman?”, lalu pada 11 April 2025 dengan judul “Perlu Terobosan Hukum dari MK atau MA: Kewajiban Pembuktian Keaslian Ijazah bagi Pejabat dan Mantan Pejabat Publik Harus Berlaku bagi Penuduh dan Tertuduh”, serta 4 Mei 2025 dengan judul “Konsistensi Gelar Jokowi, Dugaan Ijazah Palsu, dan Misteri yang Dijawab oleh Rumput yang Bergoyang?”
Namun hingga kini, satu pertanyaan mendasar masih menggantung di benak publik: Mengapa bukan Jokowi sendiri yang tampil menjelaskan secara terbuka soal keaslian ijazahnya? Mengapa justru UGM dan Bareskrim yang bicara, bukan Presiden ke-7 RI, Jokowi sendiri yang langsung buka suara?













