Saya menulis opini ini bukan untuk merendahkan kemampuan diplomasi Indonesia. Saya adalah produk dari sistem pertahanan dan diplomasi Indonesia. Saya bangga dengan apa yang telah kita capai di PBB selama masa tugas saya.
Tapi sebagai mantan penasihat militer yang pernah melihat langsung bagaimana mediasi gagal karena ketidakjujuran tentang keterbatasan sendiri, saya berkewajiban mengatakan kebenaran yang tidak populer:
*Indonesia saat ini tidak bisa menjadi mediator Iran-AS. Bukan karena kita lemah, tapi karena Iran tidak percaya dengan Indonesia, terlebih terkait bocornya pernyataan Presiden kita dan balasan menteri luar negeri Iran telah menutup pintu itu.*
Lebih baik kita mengakui keterbatasan dan fokus pada peran lain yang bisa kita lakukan secara optimal, daripada memaksakan diri menjadi mediator yang tidak akan diterima oleh salah satu pihak.













