Jika Indonesia tidak bisa menjadi mediator, apakah berarti kita harus diam? Sama sekali tidak.
Pertama, Indonesia bisa menjadi bagian dari mekanisme verifikasi teknis di bawah naungan PBB dengan mengirimkan personel militer sebagai tim pemantau gencatan senjata di Selat Hormuz atau Lebanon selatan. Ini peran yang tidak membutuhkan netralitas politik tingkat tinggi, tetapi membutuhkan profesionalisme militer.
Kedua, Indonesia bisa berperan di belakang layar (back-channel diplomacy) melalui saluran tidak resmi, tanpa harus menjadi mediator utama di depan kamera.
Ketiga, Indonesia bisa fokus pada aspek kemanusiaan evakuasi WNI, bantuan kemanusiaan, serta advokasi di forum PBB tentang perlindungan warga sipil.
Penutup













