Oleh: M.R. Mualimin
YOGYAKARTA || Bedanews.com – Di sebuah warung kopi tepi jalan protokol, dua orang pria sedang berbincang hangat. Tak lama kemudian, sebuah mobil mewah berseri plat nomor instansi pemerintah berhenti di halaman. Seorang pria berjas rapi keluar dengan langkah gagah. Seketika, suasana warung berubah. Sang pemilik warung mendadak bergegas dari balik meja racik, membungkukkan badan seraya melempar senyum paling ramah yang ia miliki. Kursi terbaik langsung disiapkan, pesanan didahulukan.
Namun, selang beberapa menit, seorang pria tua bersepeda butut dengan pakaian lusuh masuk untuk membeli segelas teh hangat. Sambutan yang diterimanya sungguh bertolak belakang: sekadar anggukan dingin, bahkan diminta menunggu agak lama karena pemilik warung sibuk melayani sang tamu agung berjas rapi tadi.













