Jika kritisisme sosial ini ditarik ke permukaan, kita sadar bahwa masyarakat sedang mengidap amnesia etis. Kita mendewakan pangkat dan harta yang sifatnya sementara, seraya mengabaikan nilai kemanusiaan universal yang diajarkan agama. Selama ukuran penghormatan kita masih ditimbang dari merk mobil atau gelar jabatan, selama itu pula kita sejatinya sedang memperhamba diri pada pemujaan materi, bukan menjalankan perintah Tuhan yang memuliakan seluruh umat manusia tanpa pandang bulu.***
Penulis adalah:
– Alumni Universitas Al-Azhar Kairo Mesir,
– Kandidat Doktor di Pascasarjana S3 UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Page 4 of 4













