• DISCLAIMER
  • PEDOMAN MEDIA CYBER
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • Contact Us
Minggu, November 8, 2026
  • Login
Bedanews
Advertisement
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
Bedanews
No Result
View All Result

Home » Menembak Bayangan: Paranoia Kekuasaan dan Stigma “Londo Ireng”

Menembak Bayangan: Paranoia Kekuasaan dan Stigma “Londo Ireng”

kris by kris
3 Agustus 2026
in Ragam
0
0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Dr. (C.) K.H.M. Rofik Mualimin, Lc., M.Pd.I

 

YOGYAKARTA || Bedanews.com – Ketika sebuah rezim mulai terganggu oleh suara-suara sumbang dari bilik redaksi dan lembaga swadaya masyarakat, metafora lama sering kali digali kembali dari kuburan sejarah. Istilah “Londo Ireng”—sebutan peyoratif zaman kolonial bagi serdadu pribumi atau tentara marsekal yang mengabdi pada kompeni Belanda—mendadak meluncur dari mimbar kekuasaan. Pers, pengamat, dan LSM yang kritis dituduh bertindak bak antek asing yang mendesain keruntuhan bangsa.

 

BeritaTerkait

Menganalisis Ijazah Yang Diunggah Dian Sandi, Dengan Ijazah Yang Dipamerkan di PN Jakarta Timur Dengan Ilmu Logika

7 November 2026

Optimalkan Pemanfaatan Tanah, Plh. Dirjen PPTR: Manfaat Nyata untuk Masyarakat

7 November 2026

Narasi ini sepintas terdengar patriotik, namun dalam kacamata analisis politik kritis, ia menyimpan cacat logika yang serius.

 

 

Istilah “Londo Ireng” secara historis memang merekam jejak kelam militerisme kolonial. Sebagaimana dicatat oleh Robert Cribb dalam Historical Dictionary of Indonesia (2000: 158), sebutan tersebut awalnya merujuk pada serdadu perekrutan KNIL (termasuk pasukan asal Afrika dan lokal) yang dipakai Kerajaan Belanda untuk menundukkan perlawanan rakyat nusantara. Namun, melempar label historis ini ke dada jurnalis dan peneliti modern yang bekerja di bawah naungan konstitusi adalah sebuah kekeliruan anakronistis.

Page 1 of 4
12...4Next
Previous Post

UNIS, Melahirkan Sumber Daya Manusia Berkompetensi & Bertaraf Global

Next Post

Kasdim 0806/Trenggalek Sambut Lima Taruna AAL pada Bhakti Taruna Akademi TNI 2026

Related Posts

Ragam

Menganalisis Ijazah Yang Diunggah Dian Sandi, Dengan Ijazah Yang Dipamerkan di PN Jakarta Timur Dengan Ilmu Logika

7 November 2026
Ragam

Optimalkan Pemanfaatan Tanah, Plh. Dirjen PPTR: Manfaat Nyata untuk Masyarakat

7 November 2026
Ragam

Pemuda Berdampak: Satukan Gagasan, Bangun Gerakan Menuju Deklarasi Wilayah Kota Cilegon

7 November 2026
Ragam

Ekonomi Hijau Jadi Fokus Perencanaan Pembangunan Kalimantan Utara

7 November 2026
Ragam

DR. FACHRUL RAZI: PENYADAPAN PRESIDEN PRABOWO ADALAH MAKAR

7 November 2026
Ragam

KOGANA SUMUT DAN POLITEKNIK MEDAN JALIN MoU PENGEMBANGAN TEKNOLOGI KEBENCANAAN

6 November 2026
Next Post

Kasdim 0806/Trenggalek Sambut Lima Taruna AAL pada Bhakti Taruna Akademi TNI 2026

JDIH DPRD Kota Cimahi

LPKL

BEDA Itu pilihan

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA

MFC - Bedanews.com © 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result

MFC - Bedanews.com © 2021