Maka dari itu wajar jika tidak sedikit diantara para pemimpin tersebut merasa capek, lelah, pasrah dan terkesan tak peduli. Seperti apa yang dirasakan oleh Gun Gun Gunawan mungkin tidak jauh berbeda dengan para pejabat setingkatnya. Baginya yang penting sudah menjalankan tugas kepemimpinannya, melaksanakan berbagai tuntutan yang dipikulnya, menyenangkan hati para tuannya sebagai ungkapan balas budi.
Inilah sesungguhnya watak demokrasi yang merupakan turunan dari kapitalisme sekulerisme. Slogan dari rakyat oleh rakyat dan untuk rakyat nyatanya hanya ilusi belaka. Karena faktanya rakyat belum mendapatkan tempat nomor satu di hati para penguasa.
Berbeda dengan Islam, dimana seorang pemimpin adalah pengayom dan pelayan bagi rakyatnya. Yang kelak akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya. Rasulullah bersabda yang artinya:













