“Setelah lebih dari 80 tahun Indonesia merdeka, baru kali ini Presiden meluncurkan program yang secara langsung menyasar generasi penerus bangsa. Program MBG ini sangat penting karena berkaitan erat dengan masa depan anak-anak kita,” ucap Ade Rizki Pratama.
Lebih lanjut, Ade menjelaskan bahwa di Kabupaten Agam akan dibangun 50 Sentra Produksi Pangan Gizi (SPPG), dengan 25 dapur yang sudah terealisasi per November 2025.
Ia menegaskan bahwa sektor pertanian Agam yang kuat akan menjadi penopang utama pemenuhan kebutuhan bahan pangan lokal, sehingga program ini tidak hanya berdampak pada pemenuhan gizi anak-anak, tetapi juga menggerakkan ekonomi masyarakat.
“Program ini membuka lapangan kerja bagi masyarakat sekitar dapur produksi dan memberi tambahan penghasilan bagi ibu rumah tangga. Kita semua harus memastikan pengawasan berjalan baik agar makanan yang disajikan aman dan bergizi,” tambahnya.













