Sikap Gubernur Pramono yang memilih bekerja di balik layar dengan memprioritaskan ketertiban dan pemulihan kota merupakan keputusan yang logis dan tepat. Kritik dari sebagian pihak memang wajar dalam konteks demokrasi. Namun jika ditinjau lebih dalam, substansi tuntutan demonstrasi itu ditujukan kepada DPR RI, bukan kepada pemerintah provinsi. Oleh karena itu, kritik yang diarahkan kepada Gubernur DKI menjadi tidak relevan.
Ada aktivis memang menilai absennya Gubernur di tengah massa membuat Jakarta seakan “tanpa pemimpin”, terlebih setelah adanya korban jiwa, seorang pengemudi ojek online, Affan Kurniawan. Bahkan dia juga membandingkan sikap Pramono dengan Gubernur DI Yogyakarta, Sultan Hamengkubuwono X yang memilih turun langsung menemui massa.












