“TNI membantu memperkuat kapasitas negara, bukan menggantikan peran lembaga sipil,” tegasnya.
Budhi menilai, di era ancaman multidimensi saat ini, sinergi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, dan TNI menjadi kebutuhan yang tidak dapat dihindari. Pertahanan negara bukan lagi semata urusan militer, melainkan tanggung jawab seluruh komponen bangsa. Begitu pula pembangunan memerlukan orkestrasi seluruh kekuatan nasional.
Dalam rangka mewujudkan Indonesia Emas 2045, Indonesia membutuhkan stabilitas, ketahanan nasional, serta percepatan pembangunan yang berkelanjutan. Oleh karena itu, konsep new professionalism yang dikemukakan Alfred Stepan dinilai tetap relevan sebagai landasan pemikiran hubungan sipil-militer modern.
“Militer yang profesional, tunduk pada supremasi sipil, dan berkontribusi bagi pembangunan akan menjadi salah satu pilar penting bagi terwujudnya negara yang aman, maju dan sejahtera,” tulis Budhi.













