“Militer di negara berkembang memikul tanggung jawab pertahanan, tetapi juga dapat memberikan kontribusi bagi pembangunan nasional. Namun kontribusi tersebut harus dilaksanakan secara profesional, proporsional, dan tetap berada dalam koridor demokrasi,” tulis Budhi, Rabu (24/6).
Dalam kajiannya, Alfred Stepan membedakan konsep old professionalism dan new professionalism. Konsep pertama menempatkan militer semata sebagai penjaga pertahanan eksternal yang berorientasi pada perang konvensional. Sementara new professionalism memandang ancaman terhadap negara jauh lebih luas, termasuk ancaman nonmiliter yang dapat mengganggu stabilitas dan keberlangsungan pembangunan nasional.
Menurut Budhi, praktik tersebut bukan hanya terjadi di negara berkembang. Berbagai negara maju juga melibatkan militer dalam pembangunan nasional dengan pendekatan yang berbeda-beda.













