Dalam penelitiannya, Maman membedah bagaimana Muhammadiyah membangun kerangka berpikir keagamaannya. Ia menelusuri tarik-menarik antara orientasi purifikasi ajaran dan tuntutan konteks sosial dalam proses tajdid atau pembaruan di tubuh salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia itu.
Dengan pendekatan epistemologis, disertasi ini menawarkan cara pandang baru untuk memahami dinamika pemikiran Muhammadiyah, bukan hanya sebagai gerakan sosial, tetapi juga sebagai proyek intelektual yang terus berdialektika dengan zaman.

Lulus Sangat Memuaskan, IPK 3.64
Berbekal argumentasi rasional dan penguasaan data yang detail, Maman mampu menjawab seluruh pertanyaan hingga sanggahan dari tim promotor dan penguji.Hasilnya, ia dinyatakan lulus dengan yudisium sangat memuaskan dan IPK 3.64.













