KAB. BANDUNG || bedanews.com — Jangan merasa heran kalau malam Jum’at nanti masyarakat bakalan mencium bau kemenyan. Fenomena ini bisa terjadi akibat dari keterpurukan ekonomi yang menyebabkan masyarakat mencari alternatif untuk memenuhi kebutuhan hidupnya di tengah ancaman.pandemi covid 19.
Ironisnya lagi, pelaku yang membakar menyan itu rata-rata warga miskin yang berpenghasilan pas-pasan. Bahkan ada pula sebagian yang nekat melakukan ritual membalar menyan di tempat yang dianggap keramat hanya untuk mendapatkan angka jitu.
Perihal tersebut dialui salah satu pedagang sesajen yang minta dirahasian namanya, sebut saja RJ, ia hanya menuturkan, tidak mengetahui peruntukkannya dari hasil membeli kemenyan dan sesajen lainnya yang dilakukan warga.
Namun ia tidak memungkiri kalau malam Selasa dan Jum’at ada peningkatan penjualan sesajen. “Jadi masalah mereka digunakan untuk mamcing nomor togel, itu saya tidak tahu sama sekali,” kata RJ, Kamis 17 Pebruari 2022.
Sementara itu, salah seorang pecandu togel, Maksudi, menuturkan, awal ia dari pecandu togel itu bermula dari iseng saja. Keisengan itu ternyata mrmbuahkan hasil, empat angka yang dipasangnya tembus semua.
Apalagi mendengar teman-teman sesama pecandu togel, setiap malam Selasa dan Jum’at selalu melakukan ritual dengan membakar kemenyan dan sesajen lainnya. Tapi tak semua ritual itu bisa membuahkan hasil. Malah banyak melesetnya daripada jitu.
“Saya tidak masang taruhan empat angka lagi. Paling dua angka, itu pun tidak semua menang,” ujar Maksudi sambil tertawa kecil.
Berbeda dengan teman-temannya kadangkala sesudah melakukan ritual masangnya hingga ratusan juta rupiah. Dan itu pun sama banyak melesetnya.***












