Bandung, BEDAnews
Ide Kreatif kini dimunculkan mahasiswa jurusan Jurnalistik Fakultan Ilmu Komunikasi Universitas Islam Bandung (Unisba) dengan menciptakan radio streaming dengan nama The Manah Radio.
Bayu Rizki, salah seorang pencipta radio tersebut mengaku awal mula membentuk radio streaming karena iseng di sela-sela jadwal kuliah yang kosong. "Berangkat dari iseng-iseng aja sambil ngisi waktu luang, serta dukungan dari kawan-kawan komunitas jurnalis Unisba," ungkap Bayu, Kamis (26/4).
Untuk mewujudkan kreasi tersebut, mahasiswa yang akrab dengan panggilan Bonar meminta bantuan Dadan, salah seorang kawannya untuk ‘mendesain’ radio streaming tersebut hingga lebih baik. "Dia (Dadan) ini dulunya pernah membuat radio streaming jadi saya minta bantuannya," kata Bayu.
Selain bisa mendengarkan musik, melalui radio streaming The Manah ini, pendengar pun bisa mendengarkan kicauan sang penyiar radio. Mahasiswa jurnalistik Fikom Unisba pun bergantian menjadi announcer di radio streaming The Manah tersebut.
"Awalnya hanya bisa dengerkan musik saja, tanpa ada suara penyiarnya. Namun berkat bantuan mahasiswa jurnalistik lainnya, akhirnya The Manah pun bisa radio umumnya ada penyiarnya," tuturnya.
Sesuai dengan namanya, Manah yang diambil dari bahasa Sunda yang memiliki arti ‘Hati’. Dengan nama tersebut mencirikan radio streaming menjadi salah satu alat curhat-nya remaja seputar masalah hati. "Mulai dari masalah pacaran, diputusin pacar, diduain, yah yang gitu-gitu deh jadi kayanya cocok untuk ngasih nama itu The Manah Radio," tuturnya.
Ciptaannya ini pertama mengudara pada tanggal 21 April 2012 dengan alat pribadi seadanya seperti Mic wireless, laptop dan juga mengandalkan fasilitas Wifi kampus. Untuk bisa mengakses radio streaming ciptaan anak-anak Unisba ini, bisa diakses melalui laman themanahradio.listen2myradio.com (hargribs)











